BACA AJA YAH:)
Aku ingin
mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu…
aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada … - sapardi djoko damono
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu…
aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada … - sapardi djoko damono
10 juli 2001,jakarta
Teriakan wanita itu tak seperti macan yang ingin menerjang
mangsanya,bukan!ini demi menyelamatkan nyawa yang ada didalam perut yang dia
jaga selama 9 bulan itu.Hiruk pikuk manusia diluar cemas,terlihat wanita dan pria
paruh baya mulutnya berkomat kamit menyebutkan berbagai untaian doa.
Uekkk..uekkk
“Allhamdulillah”
Tiba-tiba disaat yang bersamaan,deru motor dan tangisan bayi
menyatu.Suara bising motor vespa keluaran terbaru itu membuat mereka
mengalihkan pandangannya.Pria paruh baya tadi menyusul seseorang pemilik vespa
itu.Dia sangat tenang.Tak ada lalu wajah kecemasan yang dibawa pria
ini.sungguh,gila!
“anakmu sudah lahir” tegas pria paruh baya tadi
“dimana?” Tanyanya santai
“Astaghfirullah”
Pria paruh baya tadi menggelengkan kepala dengan heran.
9 juli 2000
Ify pov
Suara halus namun
sangat kasar untuk didengarnya mampu menyentakkan hatiku.Aku diam seribu bahasa
mendengar perkataan wanita tua itu.Apakah memang takdirku seperti ini?jika pun nanti
aku membantah tak ada keberanian.Dia lah perempuan yang selama ini menjaga
kakak, aku dan adik adikku.Dia yang selalu merawat kami,dia yang membayarkan
segala kehidupan kami.Sejak kecil,hidupku sudah di hinggapi kesedihan kesedihan
yang tak pantas di usia seperti ku.Ibu dan ayah ku sudah meninggalkan hidup
kami saat kakak ku berumur 15 tahun,aku 13 tahun,adikku yg ketiga 10 dan yang
keempat 8 tahun.Semua terjadi sudah takdirnya.Ayah dan ibuku yang sudah
mempunyai penyakit yang lama dihidapnya tak akan bisa mengubah semuanya.Alhasil,kami
harus hidup dengan adik ayah yang mempunyai
sebuah toko.
Author
Orgen tunggal yang meriahkan acara pernikahan ini tak akan
membuat pasangan yang duduk disebuah kursi pelaminan itu untuk tersenyum.Wajah
masamlah yang hanya dihiasi pasangan ini.
“selamat yah pyyy ciee,cepet2 punya anak”
“semoga tentram yah py yo”
Segala macam bentuk ucapan yang keluar dari mulut-mulut
temannya.Tawa mereka tak akan pernah bisa membuatnya bahagia,karena ini
terpaksa.
Pagi berganti malam,nampaknya matahari sudah lelah ingin
menyemangatkannya.Dia pergi,tetes demi tetes bulir-bulir bening di mata itu
keluar,detik berganti menit hingga ke jam hingga ke hari.
Ify berjanji akan belajar mencintainya,bismillah.Tekad nya
dalam hati
“besok kita akan pergi ke kampung halamanku” ucapnya saat Ify
sedang melipat baju dia dan suaminya ---Rio--- agak sedikit kaget memang,namun
apalah daya.Seorang istri harus menurut perkataan suami,dengan lagi lagi,terpaksa.Disini
saja dia masih belum sepenuhnya mengikhlaskan,apalagi
dikampung orang?Ify menoleh sesaat Rio mengatakan itu.
“aku akan bekerja disana” lanjutnya
“yah,kapan kita kesana?”
“jika bisa secepatnya”
“besok kita akan berangkat”
“baiklah”
Ify dan Rio bukanlah seorang dari keturunan bangsawan dan
kaya raya.Mereka hanya keturunan biasa.Mereka hanya berhenti dijenjang SMA
karena ulah orang tua nya.Ify yang sempat melanjuti kuliahnya hanya pasrah,karena
takdir.Aku tau,disana kami akan hidup pas-pas-an,batinnya.
\Manado,2001
Setahun kemudian………
Tanggal 10 juli 2001 lah Ify telah melahirkan seorang bayi
perempuan bernama Raisha Stevadit yang kerap dipanggil Acha.Dia manis,rupanya
seperti ini menjadi ibu,dia membatin tak percaya.Sepanjang hari Ify lewati
cerita nya ini.Rio yang menjadi tukang kebun unutk memenuhi kebutuhan
sehari-harinya dan Ify yang setiap hari menjadi ibu rumah tangga dan mengurusi
Acha.Mereka tinggal disebuah dusun,jauh dari kota.Lauk-pauk seadanya yang Ify
masak saat Rio pulang bercocok tanam.Lama
kelamaan,tak bisa dipungkiri jika Ify mencintai Rio.Yah,mencintainya.Cinta
jika di jalanin secara sederhana akan terasa indah bukan?
Manado,2005
Kini Acha sudah berumur 4 tahun,anak itu tumbuh layaknya
balita seperti biasa,manis sekali.Ditahun 2005 ini jugalah Ify melahirkan buah
hati kedua bernama Ashilla Stevadit yang kerap dipanggil Illa dan baru berumur
beberapa bulan.
“mas,temenin aku pergi suntik bulan (?) yah” ajak Ify sambil menimang-nimang Illa yang
sedang tertidur
Rio yang sedang menghisap sebatang rokok menghela nafas
ringan.Menjengkelkan,batinnya.
“ya sudah,ayo”
Ify pun segera keluar dari rumah panggung itu sambil
menggendong Illa dan memanggil Acha.Rio yang sudah duduk santai dimotor
keluaran tahun 98 itu pun memulai perjalanan menuju praktek dokter yang berada
di luar dusun tempat tinggalnya.Namun,nasib sial menghampirinya hari itu.Tempat
itu belum buka karena mereka terlalu siang mendatanginya.Ckck,decak Rio.
Mereka pun berbalik lagi ke rumah karna yang didatang tak menampakkan
batang hidungnya.Ify menidurkan Illa disebuah ayunan yang hanya dikaitkan
diatas langit-langit rumah panggung itu dengan sebuah kain.
30 menit kemudian…..
“aku harus pergi cek,kan ini
benar-benar jadwlnya” batin Ify
“mas,aku pergi sama acha saja yah.kamu jagain illa” ucap If
“ck,mau pergi pakai apa?aku malas mengantarmu.” Sahut Rio dengan
nada sedikit melengking.Ify benar-benar takut kalo Rio sudah seperti ini
“aku berjalan kaki,ayo cha”
Rio acuh tak acuh mendengar perkatakaan Ify,terserahlah,batinnya.Ify
pun berjalan menyusuri jalan-jalan becek yang tadi malam di basahi hujan dengan
menggenggam tangan Acha.Dia hanya diam sambari melangkah jalan-jalan kecil
itu.Tempatnya tidak terlalu jauh,saat sudah keluar dari jalan yang sempit
dikebun Ify pasti akan menemukan jalan raya, disitulah tepat berada praktek
dokter umum.Sepanjang perjalanan Ify terus memikirkan segala sesuatu yang berada
di kampung halamannya dulu.Pikirannya berkecamuk,jujur dia belum sepenuhnya
melupakan jakarta tempat kelahirannya itu.Disana tempatnya bercanda tawa dengan
sahabat dan mantan.Mantan?hampir saja lupa.Ify pernah berpacaran hanya kurang
lebih 5 bulan,untung saja ketika Ify dijodohkan sudah berakhir duluan kisahnya
karena Gabriel –mantannya- berselingkuh,sungguh miris.Tak sadar langkah-langkah
kecilnya sudah sampai ditempat yang dituju.Ify pun masuk keruangan dan
melakukan keperluannya.
--------------------
“DARI MANA SAJA KAU HAA?!!!ILLA MENANGIS-NANGIS SEDARI TADI
DAN KAU ENAK-ENAKKAN BERJALAN SANA SINI?!!”Bentak Rio saat aku sudah kembali
kerumah, sembari melangkah kecil ke belakang dan mengambil kayu berukuran
sedang yang biasanya Ify gunakan untuk memasak.
“mm..aaaff ma..ss” ucap Ify gemeteran
Ify takut.Ify takut Rio kalut dan menghabisi nyawanya hari
ini juga.Itu tidak seberapa,yang Ify pikirkan hanya Acha dan Illa.Ify pun
melirik Acha dan menyuruhnya naik ke atas rumah panggung itu untuk menyusul
adikknya.Dia memang agak sedikit terlambat,bukan apa-apa.Disana memang ramai
sekali dikunjungi pemuda-pemudi-nenek dsb untuk check-up ditambah lagi Ify harus
pulang balik berjalan kaki.Sungguh,berjalan-jalan sedikitpun tidak ada.
“ahh kau!banyak alasan,pasti kau berjalan dengan pemuda lain
kan?cuihhh “
Deggg jantung Ify melemah.Tega Rio mengatakn seperti
itu?tega Rio meludahi istri sendiri hanya karena hal sepele?Ify menegakkan
kepalanya yang sedari tadi ditundukkkan
dengan wajah yang bercampur aduk.
“mas,jangan berpikiran seperti itu!aku tak melakukan
apa-apa!”
“berani kau melawan haa?”
Rio memajukan langkahnya mendekati ify dan memukul Ify
menggunakan kayu yang ia pegang tadi.
“aww,mas sakit hiks…hiks…hiks” Ify memegang bibirnya yang
terkena ujung kayu barusan.
Sementara Acha,ia memang tak tau apa-apa.Acha masih bocah
polos,namun kejadian itu mampu membuat Acha meneteskan air mata.Dia terus
memegang adiknya yang ingin keluar dari pintu yang ditutup dengan kayu
dibawahnya.
“ibuuuu hiks..”
Siapa yang rela melihat ibunya seperti itu?siapa yang
tega?Acha tak bisa melakukan apa-apa.Namun,Acha mengerti bagaimana sakitnya diperlakukan
seperti itu.Beberapa menit kemudian pertengkaran itu selesai dan menyebabkan
tubuh Ify lebam dan luka,Ify pun masuk ke dalam rumah langsung memeluk Acha dan
Illa.Sementara Rio,entah pergi kemana.
“kenapa bibir ibu berdarah-darah?” Tanya acha khawatir
Ify memegang bibirnya dan melihat tangannya sebelah kiri
lebam.sakit,sakit sekali.
Manado,2008
Ify p.o.v
Aku takut,takut kejadian itu kembali lagi.Cukup bagiku
menjalankan segala kisah ini,aku malu dengan novel yang sering aku baca yang
ternyata banyak kisah sad ending dan berlaku untuk ku.Namun,kurasa ini belum
endingnya.Ini hanya sebuah prolog.ehmm benarkah?
8 tahun telah aku bertahan untuknya,sabar.Lagi-lagi sabar
yang hanya ku ucapkan dan ku lakukan.Sumpah demi apapun!Dia tak pernah
sekalipun memanggil nama ku,--Ify--.aku bagai asap hitam di rumah yang
terbakar,menyusahkan orang,katanya.lagi-lagi aku bertahan;terpaku hanya karena
sebuah cinta;sayang.Berpisah?mungkin kamu harus memainkan drama ini dulu agar
dapat merasakannya.
Author pov
“buk,Acha berangkat dulu yah” lamunan Ify pecah mendengar
suara Acha ---anaknya---
“eh,iya.belajar yang bener yah”
“ibu,ngomongnya itu terus” ucap Acha mengerucutkan bibirnya
sambil menyalami punggung tangan ibunya
“yaudah,cepat berangkat”
Acha sudah menjadi gadis cilik yang sangat cantik dan
manis.Dia sekarang duduk disekolah dasar kelas 4 SD.Dia pun selalu mendapatkan
prestasi di bidang akademik dan membanggakan ibu;tanpa ayahnya.Semenjak Acha
melanjutkan sekolahnya mereka memang pindah ke kota dan bertempat tinggal
dirumah adik Rio yang masih layak di bilang tempat berteduh.
Malam itu Ify tak bisa tidur,diliriknya jam dinding diatas
televisi yang menunjukkan pukul 01.00
pagi.Kemana Rio?sudah berapa kali Rio seperti ini,batin Ify berkali-kali.Memang,semenjak
pindah ke kota,Rio selalu berjudi di pasar yang memang tidak jauh dari tempat
tinggalnya karena pengaruh teman-temannya.
“aku harus menyusulnya” Ify bangun dan bersiap-siap memakai
jaket tebalnya.Diam-diam,putri bungsunya---Illa--- mendengar gerak-gerik itu
dan langsung terbangun.
“ibuuu” tanyanya dengan mata yang masih terpejam menahan
kantuknya
“ibu mau menyusul ayah”Ify refleks terkejut dan dengan
santai menjawab karena memang sudah tau apa yang ingin dikatakan anak ini
“ikut”
“hmm,yaudah.cepet pakai jaketmu.diam-diam.kita harus
meninggalkan kakak” ucap Ify pelan-pelan sambil melirik Acha yang lagi pulas
tertidur
----------------
‘hey,sudah berapa kau minum?hahaha” ucap Rio setengah teriak
sambil sempoyongan duduk diantara perempuan-perempuan yang sepertinya tidak
mempunyai harga diri---
“haa?kau bertanya apa?” Tanya pemuda satu lagi---Alvin---
lebih buruk dari yang bertanya tadi sambil bergelayut dengan para wanita.
“ahh kau ini!terlalu banyak minum alvin”entah mengapa Rio
secara tak sadar tiba-tiba memuntahkan bogem mentahnya dipipi Alvin,dia kalap!Alvin
yang tak terima diperlakukan seperti itu berdiri dengan masih setengah sadar
dan mengepalkan tangan meluncurkan hantaman seperti yang dilakukan Rio tadi.
“hey!apa apaan kalian!sudah-sudah,pergi sana!” Pemilik
diskotik tadi datang dengan perasaan murka dan langsung mencaci maki Rio dan Alvin.
Mereka yang kini telah dipisahkan langsung diseret satpam
dengan terpaksa keluar karena sudah menganggu kesenangan berhura-hura mereka di
dalam ruangan itu.Rio yang kini menatap sinis Alvin dibalas juga dengan tatapan
elang Alvin.
Ify pov
Jalanan ini gelap,sepi dan tak ada sama sekali kehidupan
ditempat yang ku lalui,perasaan bergemuruh menghantui ku,ditambah lagi aku
membawa si bungsu yang sedari tadi diam kedinginan sambil memeluk ku dari
belakang karena aku hanya memakai kendaraan beroda dua dan sisulung acha sedang
tertidur sendirian disana.Jalan yang menurut ku tempat-tempat orang
menghabiskan uangnya sudah kucari,namun aku yang terlalu awam dengan kota ini
sehingga tak sama sekali mengetahui tempat yang paling jarang ditemui.
Aku harus bagaimana?
Menyerah dan pulang.
Aku berbalik arah dan membawa hasil sia-sia.Berhentilah
mengkhawatirkan ku,suamiku.Terlalu sulit dan terlalu rumit.Damn!
TITTTT TITTT TITTTTTTTT
BRAK BRUK CYITTTTTTTTT (?)
Kuserahkan dan ku Kembalikan semuanya,Tuhan……
Author.
Jakarta 2015
Sivia meneteskan butiran bening yang keluar dari
matanya.Matanya melirik wajah yang berambut keputih-putihan itu.Sivia tak ingin
membayangkan jika kisahnya seperti itu.Hihhh,gidiknya dengan ngeri.Malam
itu,kakeknya seperti biasa membacakan cerita-cerita yang selalu menarik
perhatiannya.Sivia berpikir sejenak,kenapa ceritanya sama seperti dirinya?
“kek,kok ceritanya agak sama yah kayak kehidupan Sivia?hehehe”
Tanya Sivia sambil mengusap air mata yang keluar tadi
“hahaha gak lah,kamu yah kamu.Mereka yah mereka,jangan kamu
sama-sama kan seperti mereka” jawab kakek sambil terkekeh
“oh yah,akhirnya apa kek?Rio sama Acha meninggal gak?” Tanya
Sivia penasaran
Krek..
Sivia dan Kakek menoleh kebelakang tepatnya menghadap
pintu,mereka melihat wanita paruh bayah tersenyum memandangi Sivia dan Kakek.
“kek,udah malem.Tidur gih,Sivia juga” lembut wanita itu yang
biasanya dipanggil Sivia nenek.
“yah,gak jadi deh,besok aja yah via kakek lanjutin”
“ehm….iya deh kek,lagian Via juga udah ngantuk hehe” ucap
Sivia sambil menguap
“ya sudah,selamat tidur” kakek pun menyelimutkan bocah 10
tahun itu dan langsung keluar kamar.
“kamu cerita apa ke Sivia?” Tanya nenek
“sudah seharusnya dia tahu,Shilla”
“yah,mungkin lah,Rio”
Mereka berdua pun berjalan beri-iringan sambil tertawa
bersama.
END.
GATAU AHH HARUS KAYAK MANA LAGI ENDINGNYA:”)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar