Selasa, 08 September 2020

Halo, J.

 Terhitung dari Februari 2020 hingga tulisan ini aku rangkai, 8 September 2020. Aku sudah sedikit mengenalmu, J. Awal kita saling sapa di aplikasi dating yang bewarna pink itu, bisa dikatakan aku jatuh cinta padamu, pada pertanyaan pertama 

"AYAM GORENG ATAU AYAM BAKAR?"

Random banget bukan? tapi entah kenapa aku seperti menemukan partnerku yang kucari selama ini. Tak perlu waktu yang lama, chattingan kita semakin jauh tapi masih sebatas teman. Pun kau menganggapku begitu. Awalnya masih asik di Tinder, aku iseng memintamu memberikanku kontak WA-mu waktu itu. And yes, kita semakin dekat! Tapi aku yang lagi proses move-on menganggap itu pertanda baik. Setiap hari kita chattingan as a friend. Aku teman gabut kamu, kamu teman gabut aku. :")

Sudah berbulan-bulan tapi kita pun tak kunjung menampakkan muka secara langsung. Hanya panggilan video yang menampakkan wajah manismu secara langsung kala itu. Yah, setelah potret-potret manismu yang kau kirim padaku sebelum-sebelumnya. 

Karena pandemi ini membuat aku tak bisa satu kota denganmu. Padahal berulang kali kau bercanda menyuruhku pulang ke Pekanbaru untuk makan mi ayam bersamamu tapi karena beberapa alasan, rencana itu hanyalah candaan yang memang awalnya sebuah candaan. (HAHAHAH, ngerti ga sih?)

Berlanjut setiap malam kau menelponku, menceritakan hal-hal bodoh yang kerap kali muncul dihidup kita. Hingga percakapan jam 2-3 subuh yang kerap kali aib/rahasia sendiri terbongkar :p Ah, padahal kau bicara tanpa hati dan perasaan tapi aku kebiasaan baper 🙃 but, its so much fun to know u, J. My fav gemini❤️ Oh ya, pas aku nulis ini kamu tiba-tiba chat aku😆 Aduh, gemeteran setiap chatnya masuk wkwkkwk maaf lebay:(

Ntahlah, perasaan ini semakin jauh dan tak wajar. Aku gak bisa ngendaliin hati aku harus gimana, J. Aku takut kecewa atas ekspektasi kita tentang hari-hari selanjutnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar